Ketika Wali Kelas Menghuni Kelas

‘Ketika’ merupakan konjungsi yang menyatakan sesuatu secara bersamaan dalam sebuah pekerjaan ataupun yang lainnya, seperti dalam kalimat ketika ada instruksi wali kelas menghuni kelas, pro-kontra terjadi diantara guru dan santri. Walaupun di lapangan pada faktanya kontralah yang mendominasi instruksi ini. Itu artinya bahwa kekurangan dan kelebihan pasti akan menjadi perbincangan di kalangan guru dan wali kelas pun santri. Kelebihan dan kekurangan dari kebijakan ini saling beriringan tak terpisahkan seperti makna

Bukan Sekadar Opini Semata, melainkan Fakta SMA Juara

Dukungan datang dari berbagai kalangan. Motivasi terus menghiasi untuk mereka yang punya mimpi. Doa tak luput dipanjatkan untuk sebuah keberhasilan capai kejuaraan, keridoan, dan keberkahan. Tak lupa apresiasi pun diberikan bagi mereka yang layak mendapatkannya sebagai bentuk pengakuan dan motivasi untuk terus berprestasi. Begitu pun dengan SMAIT Al-Multazam, berbagai dukungan baik moral, doa, materi, motivasi, maupun apresiasi mengiringi jejak langkah para juara lomba antar- SMA di berbagai tingkat, mulai dari

Ketika Opini Dibungkam, Saatnya Jurnalis Bicara Fakta

[SMAITAM]- Setiap pemberitaan sebuah informasi, tidak terlepas dari opini dan fakta. Kedua kata tersebut selalu berdampingan tak terpisahkan. Namun bagaimana jadinya jika opini yang tersebar dalam sebuah tulisan menginformasikan berita-berita jauh dari kebenaran? Siapa yang bertanggungjawab dalam hal ini, jurnalis, dunia kewartawanan atau kesalahan redaksi bahasa media? Pondok Pesantren Al-Multazam melalui program divisi huda, humas dan dakwah menyelenggarakan pelatihan jurnalistik dan kewartawanan dengan tema ‘Ayo Jadikan Tulisan dan Fotomu Bernilai

Tim Literasi SMAIT Al-Multazam, Meningkatkan Kemampuan Dengan Pelatihan Jurnalistik

Al-Multazam (18/10) Kemarin (17/10) di Aula Ponpes Terpadu Al-Multazam Tim Litarasi SMAIT Al-Multazam mengadakan Pelatihan Jurnalistik dengan mengundang Penulis Buku Tanah Biru, Pandu Hamzah dan mengundang dua wartawan kuninganmass.com, Deden Rijalul Umam dan Agus Mustawan. Acara yang digelar pada rabu kemarin itu diikuti 2 orang perwakilan tiap kelas untuk menjadi kader literasi ditambah 30 santri yang merupakan tim Jurnalistik aktif SMAIT Al-Multazam. Keseriusan para santri mencari ilmu jurnalistik diharapkan mampu

Pramuka Bersama Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC)

[SMAITAM] – Dalam rangka pemberian pengetahuan alam kepada santri Almultazam, pembina pramuka ustadz Cecep Robibinur bekerja sama dengan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memberikan pelatihan kepada santri – santri almultazam berkitan dengan Konservasi Hutan. Acara dilakasakan pada hari Sabtu (7/10/2018) dalam agenda rutin pelatihan pramuka. Dalam pemaparannya Pak Ajis (Pemateri dari TNGC) mengajak santri Almultazam untuk sama – sama bersama memelihara alam sekitar kita, dimulai dengan contoh yang paling sederhana

Pendampingan K-13 bukan Sekadar Formalitas melainkan Pembelajaran Menyenangkan Berkualitas

Andai setiap hari supervisi, setiap pekan akreditasi, dan setiap bulan evaluasi, mungkin jauh jauh hari semuanya sudah disiapkan dengan matang, tidak mendadak. Namun bagaimana dengan mata pelajaran yang tidak mengajar di kelas dan ketika ada pendampingan atau bisa dikatakan pengawasan dari sekolah lain, harus ada?, sebenarnya dilema juga. Apalagi adanya buku 1 dan 2, lengkap banget… Di sinilah seni peran diterapkan. Guru A berperan sebagai C, dan guru C berperan

RUANG GURU RUMAHNYA BERBAGI ILMU

[SMAITAM] – Melalui kegiatan program “guru berbagi”, kembali SMAIT Al-Multazam menghadirkan sosok enerjik penuh semangat, Ustad Pahmi Patahudin, S.Pd. Dalam kesempatan ini, guru berbagi melalui ustad Pahmi, memberikan wawasan terkait pembelajaran abad 21 yang mesti berubah lebih menyenangkan, berbeda, penuh dengan kekondusifan, sehingga menjadikan peserta didik atau siswa ketika di sekolah dan di dalam kelas merasa seperti di taman yang menyenangkan bukan malah membosankan. Pembelajaran abad 21 menjadi ajang perubahan

Ketika niat tak lagi kuat, Motivasi tak lagi menghiasi, Semangat pun jadi menurun

  [SMAITAM] – Itulah yang terjadi pada diri santri saat ini. Entah apa yang mereka rencanakan. Padahal saya yakin mereka punya mimpi dan tanggungjawab penuh terhadap keinginan dan harapan orang tua mereka selama ini. Namun yang terjadi keengganan dan rasa malas selalu menggelayuti, mengikuti mereka pada saat niat untuk berubah itu ada. Melihat kebiasaan kurang baik santri kita membuat rasa ini penuh salah karena ternyata kita belum bisa menanamkan kebiasaan

Prioritas Penataan Ciptakan Kelas Impian

Bagi sebagian orang penataan ruang mungkin dianggap penting nggak penting. Mengapa demikian?. Padahal jika sebuah ruangan, tempat, atau sejenisnya ditata dengan rapi sesuai fungsinya, maka akan tercipta suasana beda yang menyenangkan dan sesuai harapan. Selain itu ruang atau tempat juga menunjukkan karakter para penghuni tempat tersebut. Sudah jelas bahwa jika ruangan atau tempat tidak rapi dan penempatan barang ataupun benda lainnya sembarang tidak sesuai dengan fungsinya, maka dipastikan penghuni ruangan

PERTEMUAN WALISANTRI, SALAH SATU UPAYA MERAIH MIMPI

SMAITAM (13/08) Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik dari setiap aspek. Keberhasilannya akan mudah digapai jika terbentuk segitiga emas yang dapat mendorong terciptanya kesuksesan. Segitiga emas ini diantaranya Orangtua, Sekolah, dan Pembinaan. Oleh karena tersebut, dalam rangka mewujudkan segitiga emas untuk mengantarkan santri kelas XII angkatan 11 ke gerbang kesuksesan meraih asa, SMAIT Al-Multazam melalui Tim Sukses UN Angkatan 11 (12/08) telah