SMAIT Al MUltazam

Khusuk dalam Doa Menuju SMA Juara

Berkah, sehat, siap mental, diberi kemudahan dan kelancaran, selalu semangat, optomis serta Insya Allah lolos terbaik dari yang Mahakuasa, Allah SWT. menyertai harapan kami dalam doa bersama kali ini. Selasa, 26 Februari 2019 menjadi waktu terpenting bagi tim olimpiade dan tentunya bagi 49 santri yang tergabung dalam tim OSK. Mereka akan berjuang atas nama ilmu pengetahuan yang selama ini dipelajari, bertumpu pada kekuatan kasih sayang Allah, dan membawa nama baik

Munaqosyah bersama Ratug Jajantung yang Dag Dig Dug

Ratug jajantung merupakan padanan kata dalam bahasa Sunda yang menggambarkan jantung berdegup kencang hingga terasa ‘dag dig dug’. Seperti contoh lain dalam bahasa Sunda mengenai padanan kata, terekel naek, jrut turun, gek diuk, cle nyenycle, asin lekek, amis giung, aseum nyongkreng dan masih banyak padanan kata lain dalam istilah sunda. Sementara ‘Dag dig dug’ menjadi kata penjelas atau jenis kata yang menggambarkan rasa. Tidak hanya satu rasa, tetapi lebih pada

Ketika Sebuah Gerakan Menjadi Satu Gebrakan dan Perubahan

Senin, 25 Februari 2019, menjadi hari yang berbeda dengan hari lain. Di hari ini secara tiba tiba (dadakan), SMAIT Al-Multazam mengadakan sebuah kegiatan yakni “Gerakan Kedisiplinan Sekolah.” Gerakan ini dijalankan dan dikendalikan oleh seluruh SDM SMAIT, terutama yang menjadi wali kelas. Awal pelaksanaan gerakan ini, seluruh SDM baik ikhwan maupun akhwat mulau pukul 6.45 s.d. 7.00 menyambut santri di beberapa titik. Bagi guru akhwat dibagi dua titik, yaitu di depan

Pengunjung yang Kian Memanjang dan tak Pernah Berujung

Kamis, 7 Februari 2019, dalam rangka mengikuti kegiatan dan berpartisipasi dalam lomba stand exspo 4 yang bertemakan “Bangkitkan Jiwa Pemuda Harum Budaya Bangsa,” SMAIT mendapat judul stand dari daerah Padang. Nuansa Padang terpancar dari stand kami yang berukuran empat persegi, tidak besar pun tidak kecil. Ukuran sedang bagi kami untuk mempromosikan stand kami yang nyentrik menggelitik bagi para pengunjung. Semua seputar Padang kami pampang. Sekilas Padang kami bahas. Padang, kota

Upacara Bendera Penuh Makna dan Ngena di Hati Santri SMA

Senin, 14/1/2019, untuk pertama kalinya upacara bendera kembali di pisah dan dilaksanakan di lapangan belakang tepatnya berlokasi di asrama santri akhwat. Pemisahan upacara kali ini hanya diikuti oleh seluruh santri SMAIT Al-Multazam tanpa menyertakan santri akhwat SMPIT, pun ikhwan SMAIT. Ada yang berbeda pada pelaksanaan upacara bendera Senin, pekan ketiga Januari 2019, walaupun hanya dihadiri oleh beberapa guru SMA akhwat dan Bapak kepala sekolah, Edi Gunarto, S.Pd. sebagai pembina upacara,

Sidak Dadakan Buat Santri Gelagapan

Kamis, 29 November 2018, mendadak panitia PAS Ulum mengunjungi setiap kelas, untuk sesuatu yang langsung berbekas di hati santri, mengganggu pikiran, dan tak menentunya perasaan. Tepat pukul 7.45 s.d. 09.00 sidak pun dimulai. Bukan hanya sekadar sidak, pun pemberian informasi terkait pelaksanaan PAS dan Ulum di tahun ini. “Tidak ada remedial, segera ujian susulan bagi yang belum, dan nilai yang belum tuntas segera tuntaskan sampai batas akhir Rabu, 5 Desember

Ketika Wali Kelas Menghuni Kelas

‘Ketika’ merupakan konjungsi yang menyatakan sesuatu secara bersamaan dalam sebuah pekerjaan ataupun yang lainnya, seperti dalam kalimat ketika ada instruksi wali kelas menghuni kelas, pro-kontra terjadi diantara guru dan santri. Walaupun di lapangan pada faktanya kontralah yang mendominasi instruksi ini. Itu artinya bahwa kekurangan dan kelebihan pasti akan menjadi perbincangan di kalangan guru dan wali kelas pun santri. Kelebihan dan kekurangan dari kebijakan ini saling beriringan tak terpisahkan seperti makna

Bukan Sekadar Opini Semata, melainkan Fakta SMA Juara

Dukungan datang dari berbagai kalangan. Motivasi terus menghiasi untuk mereka yang punya mimpi. Doa tak luput dipanjatkan untuk sebuah keberhasilan capai kejuaraan, keridoan, dan keberkahan. Tak lupa apresiasi pun diberikan bagi mereka yang layak mendapatkannya sebagai bentuk pengakuan dan motivasi untuk terus berprestasi. Begitu pun dengan SMAIT Al-Multazam, berbagai dukungan baik moral, doa, materi, motivasi, maupun apresiasi mengiringi jejak langkah para juara lomba antar- SMA di berbagai tingkat, mulai dari

Ketika Opini Dibungkam, Saatnya Jurnalis Bicara Fakta

[SMAITAM]- Setiap pemberitaan sebuah informasi, tidak terlepas dari opini dan fakta. Kedua kata tersebut selalu berdampingan tak terpisahkan. Namun bagaimana jadinya jika opini yang tersebar dalam sebuah tulisan menginformasikan berita-berita jauh dari kebenaran? Siapa yang bertanggungjawab dalam hal ini, jurnalis, dunia kewartawanan atau kesalahan redaksi bahasa media? Pondok Pesantren Al-Multazam melalui program divisi huda, humas dan dakwah menyelenggarakan pelatihan jurnalistik dan kewartawanan dengan tema ‘Ayo Jadikan Tulisan dan Fotomu Bernilai

Tim Literasi SMAIT Al-Multazam, Meningkatkan Kemampuan Dengan Pelatihan Jurnalistik

Al-Multazam (18/10) Kemarin (17/10) di Aula Ponpes Terpadu Al-Multazam Tim Litarasi SMAIT Al-Multazam mengadakan Pelatihan Jurnalistik dengan mengundang Penulis Buku Tanah Biru, Pandu Hamzah dan mengundang dua wartawan kuninganmass.com, Deden Rijalul Umam dan Agus Mustawan. Acara yang digelar pada rabu kemarin itu diikuti 2 orang perwakilan tiap kelas untuk menjadi kader literasi ditambah 30 santri yang merupakan tim Jurnalistik aktif SMAIT Al-Multazam. Keseriusan para santri mencari ilmu jurnalistik diharapkan mampu