Ketika Sebuah Gerakan Menjadi Satu Gebrakan dan Perubahan

Ketika Sebuah Gerakan Menjadi Satu Gebrakan dan Perubahan

Senin, 25 Februari 2019, menjadi hari yang berbeda dengan hari lain. Di hari ini secara tiba tiba (dadakan), SMAIT Al-Multazam mengadakan sebuah kegiatan yakni “Gerakan Kedisiplinan Sekolah.” Gerakan ini dijalankan dan dikendalikan oleh seluruh SDM SMAIT, terutama yang menjadi wali kelas.

Awal pelaksanaan gerakan ini, seluruh SDM baik ikhwan maupun akhwat mulau pukul 6.45 s.d. 7.00 menyambut santri di beberapa titik. Bagi guru akhwat dibagi dua titik, yaitu di depan masjid kecil dan besar. Sementara guru ikhwan hanya di satu titik yaitu di depan parkir kendaraan roda dua. Terlihat kompak, rapi, semangat berbaris menanti santri dengan penuh senyum dan ceria.

Sebagai bentuk hukuman bagi beberapa santri akhwat, kami perintahkan agar mereka berjalan sambil jongkok atau lebih dikenal dengan sebutan ‘jalan bebek’. Itu semua dilakukan untuk mendisiplinkan santri agar lebih disiplin dan tepat waktu berangkat ke kelas. Tidak hanya itu, Ustadzah Nina Herlina, M.Pd. selaku Kabag Pembinaan Akhwat mengatakan bahwa “Dengan diberlakukannya tindakan seperti ini, agar mereka yang sering datang terlambat ke kelas merasa malu, jera dan harapan bisa lebih menghargai waktu.”

“Diawali sambut santri dengan kompak oleh seluruh guru SMAIT, membuat mereka merasa mendapat perhatian khusus dan itu yang mereka harapkan. “Ketika terlambat datang dan harus ‘jalan bebek’ merasa malu. tapi nggak apalah, itung-itung olahraga”, ungkap beberapa santri.

Tepat pukul 7.00, kami, para wali kelas masuk ke dalam kelas masing-masing untuk mengondisikan santri. Di dalam kelas kami menyiapkan mereka dan menyuruh mereka untuk membersihkan kelas, membuang seluruh barang yang tidak terpakai di dalam kelas, merapikan semua benda atau barang yang berantakan, serta memeriksa seluruh atribut sekolah, baik yang mereka kenakan maupun kelengkapan kelas.

Untuk memeriksa kelengkapan dan seluruh isi tas, kami persilakan mereka berdiri semua. Kemudian kami periksa satu persatu atribut sekolah yang mereka kenakan dan isi tas barangkali ada benda mencurigakan diluar ketentuan dan aturan pondok yang mereka bawa. Semua itu kami lakukan untuk mendisiplinkan santri dan menepis anggapan negatif mereka tentang kedisiplinan di pondok dan di sekolah mulai luntur.

“Santai, bebas, tanpa kendali dan ketegasan serta tindaklanjut yang berarti”, itu anggapan mereka tentang pondok dan sekolah kita. Sehingga masih ada beberapa santri yang terlihat masih santai berangkat sekolah, melakukan pelanggaran, bahkan ketika perizinan ke luar pun menurut mereka begitu cetek atau mudah sekali. Hal inilah yang membuat pihak sekolah mengadakan program ‘Gerakan Kedisiplinan Sekolah’. Dengan diberlakukannya gerakan tersebut di setiap saat, semoga menjadi hal yang membuat jera pagi para pelanggar aturan dan tata tertib pondok, juga sekolah, serta menjadikan santri lebih disiplin sepanjang dia bersekolah dan mondok di Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam. Jika sudah tertanam rasa disiplin dihati dan hari-hari mereka, maka mudah-mudahan akan tertanam sampai mereka keluar dari pondok dan hidup bermasyarakat.

Gerakan disiplin sekolah tidak hanya berhenti di sana, bagi guru yang mendapatkan tugas menyisir tempat-tempat yang sering mereka kunjungi seperti kantin, tepat pukul 10.00 WIB mengunjungi kantin untuk sekadar memeriksa barangkali masih ada santri yang jajan sementara bel masuk sudah memberi tanda, dan ada hal-hal yang mencurigakan. Tidak hanya kantin, tetapi kamar mandi pun kami periksa karena ketika belajar, sering santri minta izin dengan dalih ke kamar mandi. Ada apa dengan isi kamar mandi sehingga mereka begitu betah berlama lama di sana?.

Gerakan kedisiplinan SMAIT akan berlanjut dan dilanjutkan di setiap waktu. Semua dilakukan demi terciptanya sekolah tertib, penuh dedikasi, dan rasa disiplin yang kuat baik pengajar maupun santrinya. Disiplin milik kita dan milik semuanya, jika tidak diawali oleh masing-masing diantara kita, siapa lagi yang akan mengawali. Semoga

26/2/2019*timliterasiSMAIT

Please follow and like us:
error

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *