Detik-Detik Pengumpulan Makalah Buat Mereka Gelagapan dan Sasah

Detik-Detik Pengumpulan Makalah Buat Mereka Gelagapan dan Sasah

Inilah gambaran ketegangan kelas XII menjelang detik-detik ketika mengetahui keputusan pengumpulan makalah harus dilakukan tepat pukul 17.00 WIB. Kamis, 21 Februari 2019. Tentunya dengan keputusan tersebut menjadikan mereka bertambah sasah dan gelagapan. Entah mau mulai dari mana dulu dan menghubungi siapa, mereka kebingungan. Saking bingungnya, bimbingan pun mereka lakukan kepada siapa saja yang mereka anggap paham tentang penulisan makalah. “Yang penting selesai dan beres pada waktunya”, itulah dalih mereka.

Ketegangan dan kesasahan serta keresahan mereka rasakan sampai menitikan air mata. Tidak hanya santri kelas XII, pun para pembimbing ikut merasakan tegang dan sibuk dengan makalah mereka. Bahkan menjelang magrib dan berbuka puasa, para pembimbing yang full day baru berkemas menuju rumah. Masya Allah… Setiap tahun selalu seperti ini.

Ketegangan mereka makin memuncak tatkala plesdis, tempat menyimpan seluruh data makalah mereka tidak terbaca, tidak bisa dibuka bahkan hingga hilang entah ke mana. Gelagapan dan sasah mereka makin menjadi ketika mengetahui waktu pengumpulan makalah telah berakhir. Namun perjuangan para pemakalah dan tentunya pembimbing serta pendamping pengetikan dan pengeprintnan makalah belum berakhir. Masih ada beberapa diantara mereka yang makalahnya belum diprint dan mendapat tanda tangan baik dari kepala sekolah maupun Mudir dan Kepala Departemen Pendidikan Al-Multazam.

Semua membutuhkan proses panjang dan berliku. Namun, di samping proses yang penuh lika-liku permasalahan, terdapat kepuasan tersendiri bagi mereka yang mengerjakan penuh kesungguhan. Tentunya hasil kerja keras mereka dalam berkarya tulis terutama bentuk makalah. Berbeda bagi mereka yang hanya mengkopi paste seluruh teori dan hasil pembahasan dari beberapa sumber bernama ‘internet’.

Makalah menjadi salah satu program pondok untuk kelas XII menjelang kelulusan. Kepala Departemen Pendidikan Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam, Ustad Dudung Abdul Karim, Lc., selaku pemegang keputusan terkait penulisan makalah menyatakan bahwa, “Penulisan makalah ini sebagai ajang persiapan bagi mereka ketika memasuki jenjang perguruan tinggi atau berkuliah.” Sementara harapan dengan adanya sidang munaqosyah dari penulisan makalah menurut beliau, “Dapat dijadikan bekal dan bahan pembelajaran serta kesiapan mereka saat sidang di bangku perkuliahan nanti. Sebenarnya tidak hanya itu, tetapi lebih pada mempersiapkan mental santri dan memaksa mereka berkarya melalui tulisan ilmiah.”

Sebuah program yang tentunya hanya ada di Pondok Pesantren Terpadu AI-Multazam jenjang SMA sebagai salah satu tugas kelulusan kelas XII. Sementara sekolah atau lembaga pendidikan lain belum menerapkan program ini. Sebenarnya menurut informasi yang didapatkan, sudah ada beberapa lembaga pendidikan di Kabupaten Kuningan yang menerapkan tugas penulisan makalah bagi kelas XII. Namun, itu hanya sebatas pengumpulan karya makalah tanpa munaqosyah. Bisa dibilang sebatas ujian praktik bukan tugas akhir syarat kelulusan kelas XII.

Terlepas dari semua kendala dan permasalahan yang terjadi, penulisan makalah harus terus dilanjutkan. Tentunya dilanjutkan dengan evaluasi-evaluasi perbaikan untuk ke depannya agar jauh lebih baik, sehingga permasalahan menahun yang terus berulang dapat teratasi dengan solusi dan persiapan matang penuh inovasi. Bukan hanya basa basi atau informasi imitasi, melainkan solusi yang penuh inspirasi dan ide kreasi.

Terus membaca, menulis, dan berkarya selagi muda dan bisa!

Semangat para pembimbing akan menular kepada mereka dan itulah fakta nyata harapan mereka selama ini. Semoga.

22/2/2019*wdr#

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *