Senin, 14/1/2019, untuk pertama kalinya upacara bendera kembali di pisah dan dilaksanakan di lapangan belakang tepatnya berlokasi di asrama santri akhwat. Pemisahan upacara kali ini hanya diikuti oleh seluruh santri SMAIT Al-Multazam tanpa menyertakan santri akhwat SMPIT, pun ikhwan SMAIT.

Ada yang berbeda pada pelaksanaan upacara bendera Senin, pekan ketiga Januari 2019, walaupun hanya dihadiri oleh beberapa guru SMA akhwat dan Bapak kepala sekolah, Edi Gunarto, S.Pd. sebagai pembina upacara, tetapi pelaksanaan upacara kali ini begitu khidmat penuh rasa nasionalisme tinggi. Ditambah dengan penyampaian bapak pembina yang sarat makna, membuat kami, para peserta menyimak dengan saksama apa yang disampaikan.

Belajar dari seorang pilot pesawat terbang, itulah kisah yang disampaikan Bapak kepala sekolah, Edi Gunarto, S.Pd. Kisah ini begitu ngena di hati kami dan santri.

“Pilot seorang maskapai pesawat terbang yang memiliki kebebasan dalam mengendarai pesawatnya, terdepan, dan pengendali saat melakukan penerbangan serta ketika kembali turun ke darat. Tidak hanya ketika melakukan penerbangan, tetapi dalam persiapan bahan bakar, mengecek pesawat, dan memperkirakan jarak terbang serta kapasitas penumpang. Selain itu tujuan atau rute penerbangan disiapkan dengan matang. Semua atas kendali seorang pilot.” Itulah ilustrasi inspirasi Bapak kepala sekolah, Edi Gunarto, sebagai pembina upacara, Senin, 14/1/2019.

“Harus punya tujuan, persiapan matang dalam menggapai cita dan asa, serta tetap mengacu pada aturan yang berlaku agar tidak lepas kandas tanpa aturan dan kendali. Setinggi-tingginya tujuan dan cita-cita seseorang, maka pada akhirnya akan tetap kembali kepada yang Maha punya cita dan cinta, Allah SWT.” Jelas bapak pembina.

Akhir dari apa yg sudah disampaikan kepala sekolah SMAIT Al-Multazam dalam upacara bendera Senin, pemberian penghargaan terhadap para juara kelas pun diberikan dengan antusias santri berprestasi menerima hadiah.

“Semoga tidak hanya berorientasi pada nilai angka semata, melainkan keberkahan ilmu yang sudah di dapat selama menimba ilmu di Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam.” Semoga

17/1/2019*tulisanmalamhari

Please follow and like us:
error

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *