Ketika Wali Kelas Menghuni Kelas

Ketika Wali Kelas Menghuni Kelas

‘Ketika’ merupakan konjungsi yang menyatakan sesuatu secara bersamaan dalam sebuah pekerjaan ataupun yang lainnya, seperti dalam kalimat ketika ada instruksi wali kelas menghuni kelas, pro-kontra terjadi diantara guru dan santri. Walaupun di lapangan pada faktanya kontralah yang mendominasi instruksi ini. Itu
artinya bahwa kekurangan dan kelebihan pasti akan menjadi perbincangan di kalangan guru dan wali kelas pun santri.

Kelebihan dan kekurangan dari kebijakan ini saling beriringan tak terpisahkan seperti makna kata konjungsi pada awal judul tulisan ini “ketika”. Hal ini bisa dilihat dari fakta berikut:
1. Belajar mungkin saja kondusif, tapi santri kurang gerak dan aktif karena ruang gerak dibatasi.
2. Mengetahui kondisi santri saat belajar. Namun tak membuat mereka menikmati pembelajaran menyenangkan karena merasa setiap waktu diawasi dan diamati, sehingga yang terjadi “sepi yang terkendali”, benar-benar kaku. Disebutkan bahwa pendidikan abad 21 pendidikan yang harus berubah, jadikan kelas, sekolah seperti taman yang menyenangkan, sehingga ketika berada dan berlama-lama di sana membuat hati riang, semua masalah hilang, proses pembelajaran pun diikuti dengan menyenangkan tanpa beban.
3. Membantu supervisi setiap guru yang mengajar. Namun tidak akan merata karena yang disupervisi hanya guru itu saja. Setiap waktu disupervisi yang ada hanyalah kekakuan saat mengajar, tidak mengalir, karena seolah-olah di setiap gerak diawasi.
4. Mendisiplinkan guru, wali kelas, dan siswa hadir tepat waktu. Semoga iya.
5. Pendewasaan. Mendewasakan atau kembali menganak-anakan? Entahlah.

Kekurangan dan kelebihan pasti akan ada, biarkan anggapan-anggapan di atas menjadi opini dan tersimpan dalam tulisan ini. Selanjutnya mari laksanakan Insya Allah dengan hati penuh keikhlasan demi kebaikan dan keberhasilan menciptakan pendidikan yang berbeda di abad 21.

Sebenarnya jika memaknai kata ‘wali kelas’, yaitu wali, pengganti orang tua, pengasuh yang seharusnya tinggal di dalam kelas. Sama dengan kata ‘wali asrama’, wali;pengasuh;orang tua yang tinggal di dalam asrama, bedanya mereka tidak satu ruangan dengan peserta didik. Sementara wali kelas, menyatu dalam satu ruang terbatas dengan siswanya.

15/11/2018#literasipagi

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *