Bukan Sekadar Opini Semata, melainkan Fakta SMA Juara

Bukan Sekadar Opini Semata, melainkan Fakta SMA Juara

Dukungan datang dari berbagai kalangan.
Motivasi terus menghiasi untuk mereka yang punya mimpi.
Doa tak luput dipanjatkan untuk sebuah keberhasilan capai kejuaraan, keridoan, dan keberkahan.
Tak lupa apresiasi pun diberikan bagi mereka yang layak mendapatkannya sebagai bentuk pengakuan dan motivasi untuk terus berprestasi.

Begitu pun dengan SMAIT Al-Multazam, berbagai dukungan baik moral, doa, materi, motivasi, maupun apresiasi mengiringi jejak langkah para juara lomba antar- SMA di berbagai tingkat, mulai dari tingkat kabupten hingga Nasional. Kejuaraan yang mereka dapatkan tentunya tidak terlepas dari kehendak Allah SWT. yang memberikan kehormatan dan penghargaan bagi mereka yang dikehendaki-Nya. Selain itu kerja keras dari pribadi masing-masing santri, pun para pembimbing dan pendamping lomba dalam hal ini usatad/ustadzah SMAIT Al-Multazam yang luar biasa membimbing tanpa lelah di sela kesibukan mereka yang begitu padat merayap, menjadi keberhasilan santri mencapai sebuah kata kejuaraan. Bukan hanya kata, melainkan fakta bahwa mereka layak dan memang juara.

Berikut fakta kejuaraan yang didapatkan santri SMAIT Al-Multazam selama September s.d. November 2018:
1. Juara 1, Rizqi Aditya Fadillah melalui lomba Biologi IAIN Cirebon.
2. Juara 3, Luthfi Ghifari, lomba Biologi IAIN Cirebon.
3. Juara 2 nasyid tingkat Nasional bertempat di Ponpes Al- Bayan Sukabumi.
4. Juara 3 Dai Muda tingkat Nasional bertempat di Ponpes Al-Bayan Sukabumi.
5. Juara 1 khitobah Kemnas MAPADI.
6. Juara 2 olimpiade matematika atas nama Muhammad Luthfi, tingkat Jabar bertempat di IAIN Syeh Nurjati Cirebon
7. Juara terbaik ke-3 yel yel akhwat kemnas MAPADI.

Selain lomba dan kejuaraan di atas, beberapa lomba masih santri ikuti, seperti lomba Fisika masuk 10 besar, Sosiologi masuk babak grandfinal, dan final olimpiade matematika UPI atas nama Muhammad Luthfi dan Syifa Fauziah. Semoga yang terbaik.

itulah beberapa fakta santri SMA juara, bukan hanya sekadar opini semata melainkan memang mereka layak juara dibawah bimbingan para pembimbing luar biasa penuh semangat tanpa lelah dampingi dan menghantarkan santri menuju gerbang kesuksesan. Keikhlasan hati, doa yang tulus dalam membimbing, mengajar, dan mendampingi menjadi salah satu faktor tercapainya keberhasilan yang diharapkan. “Semoga lelahmu karena Lillah”

12/11/2018*literasiSenin
Timliterasi#

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *