Ketika niat tak lagi kuat, Motivasi tak lagi menghiasi, Semangat pun jadi menurun

 

[SMAITAM] – Itulah yang terjadi pada diri santri saat ini. Entah apa yang mereka rencanakan. Padahal saya yakin mereka punya mimpi dan tanggungjawab penuh terhadap keinginan dan harapan orang tua mereka selama ini. Namun yang terjadi keengganan dan rasa malas selalu menggelayuti, mengikuti mereka pada saat niat untuk berubah itu ada.

Melihat kebiasaan kurang baik santri kita membuat rasa ini penuh salah karena ternyata kita belum bisa menanamkan kebiasaan baik terhadap mereka. Jangankan kebiasaan baik, hanya sekadar mengingatkan terus, memantau, menanyakan, itu terasa sulit dilakukan. Mungkin salah satu faktornya cara kita menegur, mengingatkan, mendidik belum dengan kasih sayang penuh cinta. Maka pada akhirnya yang diiterima masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Di depan manggut dan senyum, mematuhi apa yang diperintahkan, di belakang?entahlah.

Di samping permasalahan di atas, kebiasaan santri kita ketika guru tidak masuk dan hanya memberikan tugas tanpa pengawasan, yang terjadi tugas hanyalah tugas, kesempatan tidak ada guru untuk “istirahat mengejar mimpi”, entah apa yang mereka mimpikan.

Mengobrol yang tak jelas, nongkrong depan kelas, bernyanyi-nyanyi lepas sebagai pelampiasan gundahnya hati, serta teriakan-teriakan cari perhatian, itulah yang terjadi. Imbasnya mengganggu tetangga kelas yang sedang belajar dan tak ada manfaat yang didapat.

Izin tanpa keterangan jelas, izin ke kamar mandi tidak kembali lagi, melakukan obrolan dalam pembicaraan saat guru menjelaskan, masih ada dan dilakukan santri kita. Dalam hal ini dibutuhkan pendekatan, penataan hati, dan menguatkan kembali niat mereka serta motivasi berkelanjutan guna menumbuhkan semangat menuntut dan berbagi ilmu di antara mereka.

Semangat, perhatian dari hati, dan doamu guruku yang kami harapkan selama ini.

31/8/2018

Please follow and like us:
error

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *