MINAT BACA TINGGI, DAYA BACA RENDAH

Judul di atas menjadi pembuka tulisan ini. Hal tersebut berdasarkan pemahaman saya tentang hasil seminar bacakilat yang dilaksanakan Sabtu, 4 Agustus 2018 kemarin.

Diawali dengan permasalahan-permasalahan di bawah ini, mungkin sering terjadi dan dirasakan oleh kita semua sebagai pembaca yang haus akan ilmu.

Waktu sempit dan semakin banyak yang harus dibaca, membuat kegiatan membaca semakin sulit konsentrasi.

Baru membaca sebentar saja, pikiran sudah melayang entah ke mana.

Ketika kita memikirkan pekerjaan yang belum selesai, masalah lain muncul, atau terkadang hanya ada hal yang lebih menarik daripada membaca.

Terus membeli buku sampai pada tingkat ‘hobi’, tapi tidak pernah selesai membacanya.

Permasalahan di atas tidak bisa kita pungkiri melekat pada kebiasaan kita dalam membaca buku. Padahal buku pemberi ilmu, pembagi pengetahuan, pewaris harta tak ternilai dalam hidup. Namun itulah kita, yang belum menyadari sepenuhnya akan pentingnya membaca.

Melalui seminar Bacakilat yang saya dan kami ikuti selama satu hari di Hotel Santika Cirebon, Sabtu 4 Agustus 2018 kemarin, sedikitnya menjawab permasalahan-permasahan di atas. Tentunya butuh proses untuk menuntaskan semua permasalahan tersebut, tidak semudah membalikan telapak tangan.

Beberapa hal yang saya dan kami dapatkan dari hasil seminar Bacakilat:
1. Adanya tinjauan awal.
Maksudnya bahwa penting bagi para pembaca untuk memberikan kejelasan kepada diri sendiri terkait pertanyaan; apa yang bisa diberikan buku?, apa yang diinginkan dari proses membaca? Mengapa kita ingin membaca? Dengan melakukan tinjauan awal tersebut memastikan dengan benar maksud seseorang membeli buku yang dibutuhkan, bukan hanya karena judulnya bagus dan jangan sampai tidak dibeli.
2. Bacakilat.
Dalam tahap ini melibatkan pikiran bawah sadar yang banyak mempengaruhi pikiran sadar manusia.
3. Aktivasi Manual.
Yakni membangun pemahaman yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan membaca. Hal ini tentunya setelah melalui pertanyaan untuk apa dan mengapa membaca buku yang ingin kita baca.

Tahap ini dimulai dengan membangun rasa ingin tahu yang tak terbendung dalam membaca. Rasa penasaran menentukan apakah kita akan menyelesaikan bacaan hingga tuntas atau tidak. Sebagai contoh: jika penasaran baca seseorang sampai bab 5, maka akan sangat sulit untuk membaca buku di atas bab 5. Ini artinya bahwa tanpa membaca semua bab dalam buku pun, maka seluruh informasi bisa didapatkan melalui bimbingan pikiran bawah sadar untuk menemukan, mendalami, dan memahami apa yang dibaca.

Ketiga hal di atas merupakan sistem dari bacakilat. Adapun langkah-langkahnya di tahap pertama, tinjauan awal yaitu:
A. Baca judul
B. Baca paragraf awal
C. Baca subjudul
D. Baca paragraf akhir artikel
E. Tarik kesimpulan
F. Buat tujuan untuk lanjutan membaca.

Sementara langkah dalam bacakilat:
A. Kondisi genius
B. Afirmasi pembuka
C. Melatih Pandangam Mata Reseptif (PMR)
D. Cara membuka buku yang baik
E. Bacakilat
F. Tutup buku dengan penuh keyakinan
G. Afirmasi penutup
H. Visualisasi

Untuk langkah-langkah pada kegiatan aktivasi manual, diantaranya:
A. Lewati masa inkubasi
B. Review
C. Memindai menjelajah
D. Mindmapping

Uraian tulisan di atas sebagai bentuk praktik dari bacakilat mengenai pemahaman dari buku untuk diuraikan atau dijelaskan kembali melalui tulisan berbentuk ringkasan.

Semoga bermanfaat serta baik minat maupun daya baca diharapkan sama-sama kuat untuk menjadi literat yang berliterasi dengan literatur-literatur yang dibaca dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, untuk mendapatkan pemahaman yang sedalam-dalamnya.
Semoga.

Please follow and like us:
error

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *